Mutiara Terindah (2)

47. Sikapku padaMu
Ya Allah, jadikanlah aku selalu merasa membutuhkan Engkau. Engkau yang selalu kupuja dan kupuji, jadikanlah puja dan pujiku penuh dengan seluruh hatiku, penuh rasa sopan, dan hormat.

48. Hanya padaMu kubergantung
Tersungkur aku padaMu atas kesadaran yang Kau pahamkan padaku bahwa ketika aku terikat pada dunia maka Kau hinakan aku. Ya Allah, kuingin hanya padaMu kumemelas, memohon kemuliaan agar aku selalu ada disisiMu. 

49. Gelitik keakuan
Terkadang ketika sendiri atau bersama orang lain melintas gelitik ingin menjelaskan siapa aku, dan merasa senang jika disebut-sebut siapa aku. Jauhkanlah ya Allah gelitik itu, karena hanya Engkau yang pantas dipuji.

50. Aku yang hina
Ya Allah, perlahan penghinaan dan kehinaan dari orang yang suka  menghina atau memang pantas menjadi hina telah menyadarkan aku akan butuhnya aku akan Engkau. Tubuh ini kian jelek dan rapuh, ingatan semakin melemah, tetapi kumohon padaMu agar kedekatan dan kecintaanku padaMu semakin menguat, karena hanya  Engkau yang kekal memberi harga akan diri ini. Meski setiap orang menjauh dariku atau dekat padaku karena masih ada maunya dari yang kupunya, aku ingin tetap dekat denganMu karena hanya Engkau yang kian dekat jika aku mendekat dan membuka  pintu pertolongan jika aku minta tolong, sungguh hanya padaMu kami menyembah dan mohon pertolongan.

51. Menjemput kematian
Ketika aku sangat kelelahan dan tertidur, sungguh aku sangat tidak  peduli dengan sekitarku dan tidak tertarik akan hiruk pikuk dunia, ketika aku tersadar aku masih ingin tidur lagi karena aku sangat membutuhkan tidur. Ya Allah itulah kematian yang kuinginkan, tidak ada kesedihan sedikitpun meninggalkan dunia ini karena aku membutuhkan Engkau, Engkau sangat berharga bagiku, maka jemputlah aku dengan keridhaanMu dan ampunanMu.

52. Menghargai waktu

Ya Allah, Tuhan pemilik waktu, berilah aku kesadaran yang mendalam untuk menghargai waktu yang Engkau berikan setiap saat, baik ketika shalat agar aku khusyu dalam shalatku, baik ketika bekerja agar aku manfaatkan waktuku hanya untuk beribadah padaMu. Karena jika tidak ada kesadaranku didalamnya waktu itu hilang dengan percuma dan aku termasuk orang yang tak pandai berterimakasih padaMu. Terima kasih atas waktuMu, ya  Allah.

  

silakan klik Mutiara Terindah (Sang Pencari Jalan)


Refleksi Diri: Doa si Fakir lagi Bodoh


Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redu
p di samudra langit Mu yang tanpa batas

Tuhanku
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan

akan tetapi, hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU

Tuhanku
Baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU
Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini.
Hati yang telah terkotori oleh noda ini
 memiliki keninginana setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???
Tuhanku
Siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Ata
dalam maksiat kepadaMU
Ya Tuhanku Tutuplah untuk ku dengan sebaik-baiknya penutupan !!!
Khusnul Khatimah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar